Feeds:
Tulisan
Komentar

Alkisah di sebuah kota berjukuk Parisj van Java ada dua orang anak manusia yang trenyuh melihat kondisi negaranya sudah sedemikian parah. Rasa nasionalisme mereka pun tumbuh dan bangkit sehingga ingin turut serta ke dalam arus perubahan negeri. Kedua orang itu, ingin sekali menyumbangkan jiwa dan raganya untuk ibu pertiwi. Lanjut Baca »

Mencoba Upgrade Slackware

Sudah lama saya ingin mengupgrade komputer dengan versi 13.0. Hanya saja, karena peluncuran Slackware bertepatan dengan Rulan Ramadan sementara di bulan itu saya nggak mau tidur di kantor, maka saya belum bisa mengunduh filenya. Maklum, saya masih mengandalkan benwit punya kantor hehe. Karena itulah saya baru bisa mengunduh file iso slackware minggu kemarin. Lanjut Baca »

Susah

Tanggal berapa penulis blog ini mengupdate tulisannya? Sudah lama. terlalu lama. Bahkan sudah sangat lama. Malu rasanya, padahal selama hampir tujuh bulan ini setiap hari saya mengetik tuts keyboard setidaknya 10 ribu kali. Dan dari sekian banyak huruf yang membuncah itu, tak ada satupun yang mampir ke blog ini. Sangat memalukan. Lanjut Baca »

malu

malu
ternyata ga apdet apdet

Kenapa?

Kenapa kau tidak mau mengerti?
Apa memang tidak mengerti?
Atau kau pura-pura tak mengerti?

argh………..

Apakah memang tidak bisa berubah?
Walau dunia terus berubah?

Ah aku mengerti
kau memang tidak mau mengerti
dan tak bisa dimengerti

Untuk menjadi kebiasaan sesuatu harus dipaksa. Jika tidak, maka mustahil akan terbiasa. Makan pun jika tidak terpaksa maka tidak akan biasa. Begitu pun dengan menulis (blog).. Maka dengan segala keterpaksaan itulah saya beranikan untuk mengisi blog yang sudah lama tidak diisi dengan kata-kata. Walaupun tak ada yang bisa ditulis, saya harus tetap harus menulis.

Karena, seperti yang sering dikatakan seorang kawan, tulisan itu abadi, sementara lisan cepat berlalu bersama derai angin. Ternyata walaupun menulis sudah menjadi rutinitas sehari-hari, masih saja sulit untuk memulai lagi menulis di blog. Entah kenapa. Mungkin karena sudah lama tidak lagi menulis untuk blog.

Terlalu sering menulis kering, sehingga sulit untuk membuat kata-kata bersayap. Itu pun kalau ada kata bersayap. Arghhh

Paradoks

Dulu, waktu masih suka ke warnet, blog ini sering diisi. Walaupun tulisannya beluma da yang berarti. Masih asal tulis. MAsih asal cuap.  MAsih asal kirim. Sekarang, ketika (hampir) setiap hari buka-buka situs, browsing browsing, eh blog ini malah terlantar. Padahal setiap hari harus menulis miniumal 8 ribu karakter.

Aneh juga. Paradoks. Kontradiksi hehe. Apa karena terlalu (sok) sibuk? ah nggak juga. Apa sudah tidak ada ide? ah nggak juga. Lalu apa? Yang pasti rasanya males. Atau mungkin karena dunia sudah dilanda fesbuk, sehingga lebih asyik ngulik fesbuk daripada ngeblog. halah.

sekian laporan pandangan mata untuk hari ini. Semoga saja saya masih bisa menulis lagi.

Ngarenghap Sejenak

Akhirnya bisa juga ngarenghap sejenak. Akhirnya ada libur juga. Akhirnya bisa istirahat juga. Ternyata capek juga ya kerja itu. Dulu, waktu masih ngajar, hidup asa lebih lama (dan kadang membosankan). Namun sekarang hidup seperti dikejar waktu. Kalaulah bisa, inginnya waktu lebih dari 24 jam. Mungkin 30 jam cukup lah.

Tapi itu nggak bisa kan? waktu tetap saja segitu. Tetap 24 jam. Tetap sehari semalam. Dan tetap harus dapat 3 berita. halah.

(Mencoba ngeblog lagi setelah sekian lama menulis dan menulis tapi tidak untuk blog ini..)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »