Alkisah di sebuah kota berjukuk Parisj van Java ada dua orang anak manusia yang trenyuh melihat kondisi negaranya sudah sedemikian parah. Rasa nasionalisme mereka pun tumbuh dan bangkit sehingga ingin turut serta ke dalam arus perubahan negeri. Kedua orang itu, ingin sekali menyumbangkan jiwa dan raganya untuk ibu pertiwi. Lanjut Baca »
Sudah lama saya ingin mengupgrade komputer dengan versi 13.0. Hanya saja, karena peluncuran Slackware bertepatan dengan Rulan Ramadan sementara di bulan itu saya nggak mau tidur di kantor, maka saya belum bisa mengunduh filenya. Maklum, saya masih mengandalkan benwit punya kantor hehe. Karena itulah saya baru bisa mengunduh file iso slackware minggu kemarin. Lanjut Baca »
Ditulis dalam kompie | Bertanda Linux, slackware | 2 Komentar »
Kenapa kau tidak mau mengerti?
Apa memang tidak mengerti?
Atau kau pura-pura tak mengerti?
argh………..
Apakah memang tidak bisa berubah?
Walau dunia terus berubah?
Ah aku mengerti
kau memang tidak mau mengerti
dan tak bisa dimengerti
Ditulis dalam ngabulatuk | 1 Komentar »
Untuk menjadi kebiasaan sesuatu harus dipaksa. Jika tidak, maka mustahil akan terbiasa. Makan pun jika tidak terpaksa maka tidak akan biasa. Begitu pun dengan menulis (blog).. Maka dengan segala keterpaksaan itulah saya beranikan untuk mengisi blog yang sudah lama tidak diisi dengan kata-kata. Walaupun tak ada yang bisa ditulis, saya harus tetap harus menulis.
Karena, seperti yang sering dikatakan seorang kawan, tulisan itu abadi, sementara lisan cepat berlalu bersama derai angin. Ternyata walaupun menulis sudah menjadi rutinitas sehari-hari, masih saja sulit untuk memulai lagi menulis di blog. Entah kenapa. Mungkin karena sudah lama tidak lagi menulis untuk blog.
Terlalu sering menulis kering, sehingga sulit untuk membuat kata-kata bersayap. Itu pun kalau ada kata bersayap. Arghhh
Ditulis dalam ngabulatuk | Leave a Comment »
Akhirnya bisa juga ngarenghap sejenak. Akhirnya ada libur juga. Akhirnya bisa istirahat juga. Ternyata capek juga ya kerja itu. Dulu, waktu masih ngajar, hidup asa lebih lama (dan kadang membosankan). Namun sekarang hidup seperti dikejar waktu. Kalaulah bisa, inginnya waktu lebih dari 24 jam. Mungkin 30 jam cukup lah.
Tapi itu nggak bisa kan? waktu tetap saja segitu. Tetap 24 jam. Tetap sehari semalam. Dan tetap harus dapat 3 berita. halah.
(Mencoba ngeblog lagi setelah sekian lama menulis dan menulis tapi tidak untuk blog ini..)
Ditulis dalam ngabulatuk | Leave a Comment »
