Jejak Nusantara di Negeri Oranje

JIKA diperhatikan, jalan kecil itu mirip jalan di kompleks perumahan. Panjangnya tak lebih dari 200 meter. Kondisinya bersih dan nyaman, tidak seperti jalanan di Bandung atau kota besar lainnya di Indonesia. Di kiri-kanan jalan tumbuh pepohonan yang rindang. Namanya? Jalan Sutan Sjahrir.

Apakah jalan itu letaknya di Indonesia? Ternyata bukan, meski namanya berasal dari salah satu pahlawan Indonesia. Itu adalah nama salah satu jalan di Negeri Kincir Angin, tepatnya di kawasan Leiden, Belanda. Nama resminya Sjahrirstraat. Mengenai jalan ini saya ketahui dari majalah Tempo edisi khusus 100 tahun Sutan Sjahrir.

Saya terkejut, ternyata bukan hanya di Indonesia saja -negeri asalnya- pria yang akrab disebut Bung Kecil itu dihormati. Tapi juga di Eropa sana, yang jaraknya ribuan mil dari tempat kelahirannya. Meski diabadikan sebagai nama jalan kecil, namun itu menandakan kiprah Sjahrir diakui Belanda, apalagi namanya disandingkan dengan beberapa tokoh dunia lainnya, seperti Mahatma Gandi (Gandistraat) dan Martin Luther King (Martin Luther Kingpad).

Jalan Sjahrir

Sjahrirstraat. (Googlemaps)

Perdana menteri pertama Indonesia itu memang pantas mendapat penghormatan seperti itu, bahkan mungkin seharusnya lebih. Sebab, sepak terjangnya sebagai salah satu “Bapak Revolusi Indonesia”, diakui di dunia internasional.

Sedikit banyak, pengetahuan akan politik dan kemampuan diplomasi Sjahrir dimulai dari Belanda. Di negeri inilah -ketika sekolah di Universitas Leiden- Sjahrir sering berdiskusi dengan berbagai macam orang. Meski hidup di negeri yang notabene ketika itu menjajah tanah airnya, di sana Sjahrir tidak merasakan atmosfir diskriminasi.

Di Belanda pula dia belajar dan berdiskusi mengenai paham sosialis kepada Salomon Tas, paham yang kemudian dia bawa ke tanah air lewat partai yang dia dirikan, Partai Sosialis Indonesia.

Jalan Kartini (www.rnw.nl)

Jalan RA Kartini (www.rnw.nl)

Bukan hanya Sjahrir saja yang diabadikan menjadi nama sebuah jalan. Salah satunya Raden Adjeng Kartini, pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Seperti Sjahrir, sebagai tanda penghormatan atas jasa dan pemikirannya, namanya diabadikan menjadi sebuah jalan. Tidak hanya di satu kota, nama Kartini diabadikan menjadi nama jalan di 4 kawasan berbeda. Yakni di Utrecht, Venio, Harleem, dan Amsterdam. Bahkan di Harleem, Jalan Kartini berdekatan dengan Jalan Mohammad Hatta dan Jalan Sutan Sjahrir.

Hanya itukah jejak Nusantara di Belanda? Tentu saja tidak. Ada banyak jejak lain yang jauh lebih besar dan tak sekadar nama jalan: peninggalan sejarah. Ribuan dokumen dan manuskrip mengenai Indonesia tempo doeloe tersimpan dengan baik di berbagai perpustakaan di Belanda. Karena itu, mari kita tengok salah satu perpustakaan terbesar di Belanda yang menyimpan begitu banyak peninggalan Nusantara jaman dulu.

Namanya Koninklijk Instituut voor Taal Land-end Volkenkunde (KITLV). Lembaga yang didirikan sejak 1851 itu menyimpan begitu banyak dokumen mengenai Indonesia. Terang saja, karena KITLV merupakan lembaga ilmiah yang meneliti ilmu antropologi, ilmu bahasa, sosial, sejarah untuk wilayah Asia Tengara (terutama Indonesia), Oseania dan Karibia.

Sehingga, tak salah jika jumlah koleksinya mencapai lebih dari setengah juta. Di perpustakaan ini, tersimpan berbagai koleksi, mulai dari buku, jurnal, majalah, surat kabar, ribuan foto, lukisan, peta dan atlas, hingga manuskrip kuno tersimpan baik di sana.

Gedung KITLV

KITLV Leiden

Maka, bisa jadi perpustakaan itu merupakan surga bagi para mahasiswa yang hendak meneliti sejarah Indonesia. Salah satunya adalah Mikihiro Moriyama, profesor di Jurusan Studi Asia di Universitas Nanzan, Jepang. Untuk meneliti mengenai budaya Sunda dan Indonesia, ia terbang ke Belanda, dan belajar di Universitas Leiden, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Belanda.

Memang, Universitas Leiden bisa dibilang tempat untuk meneliti Indonesia. Karena, banyak profesor yang mumpuni mengenai kebudayaan dan sejarah Indonesia di universitas paling tua di Belanda ini. Salah satunya Dr J Noorduyn, ahli filologi Sunda. Selain Mikihiro, banyak ahli mengenai Indonesia lahir dari sana. Di antaranya Dr Julian Millie dari Monash University, Australia.

Dalam pengantar disertasinya yang berjudul “A New Spirit: Sundanese Publishing and the Changing Configuration of Writting in Nineteenth Century”, Miki mengakui perpustakaan KITLV -bersama perpustakaan Leiden- merupakan harta karun terbesar yang pernah ia temukan untuk mempelajari Indonesia.

“Perpustakaan KITLV Leiden adalah treasure house untuk studi mengenai Indonesia dan memberi saya tempat yang sungguh menyenangkan untuk menulis,” ujar Miki.

Namun, keunggulan pendidikan Belanda tak hanya di bidang ini saja. Orang dari berbagai negeri berbondong-bondong datang ke negeri Kincir Angin itu tidak hanya untuk belajar sejarah dan budaya Indonesia saja. Bidang ilmu lainnya pun terbilang unggul, baik sains maupun humaniora. Sehingga mengundang mahasiswa asing belajar ke negeri mungil ini.

Bahkan beberapa perguruan tinggi di Belanda memiliki peringkat yang tinggi. Universitas Leiden contohnya. Menurut Times Higher Education-QS World University Rankings 2009, Universitas Leiden berada di peringkat 60 dunia. Sementara Utrecht University berada di peringkat 70.

Mahasiswa asal Indonesia pun banyak yang belajar ke sana. Negeri kompeni ini menjadi salah satu negeri favorit mahasiswa dari tanah air. Bahkan, berdasarkan data Nuffic Neso Indonesia yang dilansir Antara, jumlah mahasiswa tanah air merupakan terbesar kedua. Untuk tahun akademik 2008-2009, jumlah mahasiswa Indonesia tercatat 1.350 orang, di bawah China yang berjumlah 5.000 mahasiswa.

Bisa jadi, ke depan, semakin banyak mahasiswa Indonesia yang akan belajar ke sana. Menjadi calon Sjahrir selanjutnya dan memberikan jejak merah putih di negeri Oranje. Semoga termasuk saya๐Ÿ™‚.

49 thoughts on “Jejak Nusantara di Negeri Oranje

  1. keeeeeeerrrrrreeeeeennnnnnn!!!!
    pahlawan Indonesia diabadikan menjadi nama jalan oleh negara penjajahnya!

    tulisan yang membuka cakrawala pemikiran bangsa Indonesia tentang bangsanya sendiri! bangsa Indonesia cenderung menilai dirinya rendah, minder terhadap bangsa lain…tapi dengan tulisan ini kita dapat mengatakan dengan bangga… SAYA ORANG INDONESIA!

    terimakasih untuk hasil karyanya….
    klo semua jari nih jempol! gua kasih dah…hehhe..

    • nuhun jelmponma ah hehehehee
      btw apal teu, sebelum ka belanda, sjahrir sakolana di Bandung. dan yu now? di bandung TIDAK ADA nama jalan Sjahrir. ironis.

      • waw!!!
        ih bangsa indonesa meni kitu nyak???

        malah diakuin sama orang lain tuh pahlawan!

        semoga karakter “yang tak menghargai itu” bukan ada di saya…ups….
        jadi …mari kita bersama-sama membangun karakter bangsa ini dimulai dari diri kita sendiri yang dapat menghargai hasil karya orang lain!

  2. mangtaaaaabbbbzzz…nah kata itu daku kembalikan padamu kawan…utk bidikan jelimu terhadap sesuatu yg sederhana namun berarti sangat luar biasa: sebuah nama jalan yg diperuntukkan mengenang pahlawan negara indonesia tercinta: Sutan Sjahrir…

    laik dis brader!! sudah kuberikan jempolku padamu…bahkan jempol kakiku wakakakak, keep on writing!!!๐Ÿ™‚

  3. … … … … … … … … .โ€ž–~–โ€ž
    … … … … … … … ../:.:.:.:.:.|
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/…
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/…
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/…
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;|
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;|
    … … … … ._โ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€ž_.);.;.;.;.;.;|
    … … … โ€ž-“:.:.:.:.:.:.”~-โ€ž;..;.;.;|
    … … .. (_โ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€ž—โ€žโ€ž_:.:.:);.;.;…”โ€ž
    … … โ€ž-“:.:.:.:.:.:.:.:””-โ€ž/;.;.;.;.;.”โ€ž
    … .. (:.___โ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€ž___);.;.;.;.;.;.;.|
    … .. /””:.:.:.:.:.:.:.:ยฏ””\;.;.;.;.;.;.โ€ž”
    … . \:.__โ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€ž__/;;;;;;;;;;;/\
    … .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
    … … . \โ€žโ€žโ€žโ€ž—~~~;;;;;;;;;;;;;โ€ž”:::::::\
    … … … . “””~~–โ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€žโ€ž-“::::::::::::\
    … … … … … … \:::::::::::::::::::::::::

    “aku cinta negeri ini dan orang-orangnya… terutama barangkali karena mereka selalu kukenal sebagai penderita, sebagai orang kalah. Jadi biasa saja, simpati kepada orang-orang yang ditindas.”
    โ€” Sjahrir

    keren,,,,

  4. Ping-balik: uberVU - social comments

  5. lanjutkan gaaaan…

    tambah lagi datanya…korek deui berita tentang nama pahlawan Indonesia yang di abadikan jadi nama jalan!

    sukses suhu!๐Ÿ˜€

  6. Amin Hanh
    Smoga tcapai cita2mu k Belanda.
    Mataq jd tbuka lebar negeri lain bgtu mghargai para pahlawn qta.

  7. baru tahu kalo di negeri orang aja… pahlawan dimari dijadiin nama jalan.
    penghargaan, yang menurut saya, sangat tinggi karena akan selalu diingat oleh generasi penerusnya…

  8. wahhh aq baru tau disini mengenai nama jalan tersebut.. Makasih ya atas jempolnya..
    Artkel ini bagus banget…
    Sukses ya buat kamu๐Ÿ™‚

    • itulah masalahnya gan.. apa karena penghargaan negara ini pada pahlawannya sangat kurang. lihat aja keturunan dowes dekker yang sampai ga bisa bayar biaya rumah sakit..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s