Birokrat di Indonesia, Berbelit-belit

TIGA hari terakhir, saya kembali ke lapangan, karena teman saya yang biasa meliput kebetulan sedang sakit dan tidak bisa masuk. Akhirnya, meski malamnya nggak tidur, terpaksa saya turun lagi. Tapi bukan itu yang jadi masalah, karena saya senang-senang saja bisa kembali liputan. Bisa sambil main dan jalan-jalan :D.

Yang jadi masalah adalah, saya harus kembali berurusan dengan yang namanya birokrasi yang berbelit-belit. Berbeda dengan atasannya yang biasanya ramah ketika mau diwawancara, para staf atau bawahan biasanya sangat sulit dimintai keterangan, bahkan hanya sekadar menanyakan siapa yang harus saya temui, di mana orangnya, atau berapa nomor teleponnya.
Baca lebih lanjut