Kembali menulis

Mencoba menulis blog di sini menggunakan ponsel. Ternyata sulit juga ya. Apalagi kadang autocorrect suka salah mengartikan. Hufft

Tapi sekali-kali nulis pake ponsel. Meh gaya. Haha.

Yasudah, cao. Mari kita ngajar lagi. Yuk.

Hiatus (lagi)

ENTAH apakah saya bisa melakukannya. Untuk sementara waktu, sepertinya harus tenggelam dulu dari hiruk pikuk dunia maya. Oke ini terlalu berlebihan. Sementara, sepertinya saya harus menjauh dulu dari jejaring media sosial.

karena kamu. ya kamu. ah kamu. ya kamu. sang pelabuhan tua, suram, dan kelam.

Terus apa poinnya antara kamu dan media sosial yang mulai menjenuhkan itu? Entahlah. Apakah semua harus selalu berhubungan? Tentu tidak bukan? “Bukan!” kata dia.

QueryPerformanceCounter

Sesekali nulis serius di sini. Malu ternyata ada yang baca hehe. Bukan bermaksud riya maupun sebangsanya. Catatan ini murni buat pengingat doang, maklum sekarang merasa suka jadi pelupa. haha.

Cuplikan (tepatnya hasil kopas) kode di bawah berguna bagi Anda yang sedang bingung mencari cara menghitung waktu di C++ dengan ketelitian sampai milidetik. Soalnya, yang ada biasanya hanya sampai ketelitian detik saja. Seperti pakai clock_t atau time_t. CMIIW.
Spoiler, INI MEMANG TULISAN SERIUS

Koboi Kampus

LAGU apa yang paling cocok untuk hari ini? Tentu saja lagu The Panas Dalam, Koboi Kampus. Lagu yang dengan sangat cerdas mengutarakan dan menyelatankan perasaan hati, bahwa diri ini ingin segera terbebas dari belenggu kampus cap gajah. Simaklah potongan lirik berikut.

Lalu kapan saya akan di Wisuda
Adik kelas sudah lebih dulu
Rasa cemas merasa masih begini
Temen baik sudah di DO
Orang tua di desa menunggu
Calon istri gelisah menanti

Bait pertama begitu menusuk hati. Hati para mahasiswa yang seharusnya sudah ditendang agar segera keluar. Yang sudah mulai dilupakan pembimbingnya karena heran kok nggak lulus-lulus haha..

Jadi begitulah, terima kasih kepada ayah Pidi Baiq yang sudah menciptakan lagu nan fenomenal tersebut. Semoga lagu tersebut mengingatkan kepada kalian (saya) yang masih betah di kampus, bahwa ada yang menunggu anda (saya), yang berharap anda (saya) segera memakai toga kebesaranmu itu. Ya minimal orang tua. Atau pasangan hidup (kalau punya -__-).